Kegiatan pemberdayaan masyarakat Proklim di Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Selasa (30/6/2026). (Foto: MMC Palangka Raya)
Palangka Raya, Kontenkalteng.com – Upaya menghadapi perubahan iklim di tingkat lokal tak lagi bisa bertumpu pada pemerintah semata.
Baca juga: Ini Arahan Gubernur pada Pertemuan Akbar Lintas Sektor Provinsi Kalteng Tahun 2024
Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci, dan hal itu terus didorong Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Program Kampung Iklim (Proklim).
Dorongan tersebut ditegaskan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya, Untung Sutrisno, saat kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Proklim di Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Selasa (30/6/2026).
Menurut Untung, keberhasilan pembangunan lingkungan hidup yang berkelanjutan sangat ditentukan oleh sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga swadaya masyarakat, dan warga.
”Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga swadaya masyarakat, dan masyarakat merupakan salah satu kunci keberhasilan pembangunan lingkungan hidup yang berkelanjutan. Perubahan iklim adalah tantangan bersama yang tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah sendiri,” ujarnya.
Sinergi tersebut, lanjutnya, menjadi modal penting dalam membangun ketangguhan masyarakat menghadapi dampak perubahan iklim.
Beragam aksi nyata didorong melalui Proklim, mulai dari pengelolaan sampah berbasis 3R, penghijauan, konservasi air, hingga penguatan ketahanan pangan keluarga dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan.
Harapan pun disampaikan agar kerja sama yang telah terbangun tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat dinilai penting agar manfaatnya benar-benar dirasakan warga Kota Palangka Raya.
”Semoga kolaborasi ini dapat terus dipelihara dan ditingkatkan demi mewujudkan Kota Palangka Raya yang hijau, tangguh terhadap perubahan iklim, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Penulis : Yanti
Editor : Gunawan