Pemkab Kotim Siapkan Dua Proyek Drainase Besar di Kota Sampit untuk Atasi Genangan Air

SDABMBKPRKP saat melakukan pemeliharaan drainase, belum lama ini. (Foto: Ist)

Sampit, Kontenkalteng.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyiapkan pembangunan dua proyek drainase besar di Kota Sampit pada tahun 2026, yang akan difokuskan di Jalan Tjilik Riwut dan Jalan DI Panjaitan. Proyek ini bertujuan mengurangi genangan air yang kerap terjadi saat hujan deras.

Baca juga: Pemkab Kotim Siapkan Penataan Drainase untuk Atasi Genangan Air di Bandara Haji Asan Sampit

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim, Mentana Dhinar Tistama, mengungkapkan bahwa proyek-proyek tersebut saat ini masih menunggu proses lelang sebelum memasuki tahap pelaksanaan.

“Ada beberapa kegiatan drainase tahun ini. Yang utama di jalan utama ada dua, yakni di Jalan DI Panjaitan dan Jalan Tjilik Riwut. Kalau drainase lingkungan juga ada,” ujar Rabu, 17 Juni 2026.

Proses lelang diperkirakan mulai bulan ini dan berlangsung sekitar satu bulan. Apabila tahapan berjalan lancar, pekerjaan fisik dapat dimulai setelah penandatanganan kontrak pada pertengahan Juli mendatang.

Untuk Jalan Tjilik Riwut, pembangunan tahap awal direncanakan sepanjang sekitar 600 meter, mulai dari kawasan Wengga Metropolitan menuju pusat Kota Sampit. Kawasan ini menjadi prioritas karena sering terendam genangan dan kondisi jalannya mulai rusak.

“Untuk tahap pertama kurang lebih sekitar 600 meter. Kawasan itu menjadi perhatian karena sering banjir dan kondisi jalannya juga sudah mengalami kerusakan,” jelas Mentana.

Ia menambahkan, Jalan Tjilik Riwut menjadi prioritas utama karena merupakan akses utama keluar masuk Kota Sampit. Kapasitas drainase yang ada saat ini sudah tidak mampu menampung debit air seiring perkembangan perkotaan.

“Tjilik Riwut ini akses utama masuk ke Sampit. Kapasitas jalannya sudah perlu ditingkatkan dan drainasenya juga belum optimal. Itu sebabnya kita dahulukan,” tambahnya.

Sedangkan pembangunan drainase di Jalan DI Panjaitan akan dilakukan secara bertahap dengan memulai pekerjaan dari bagian hilir atau muara saluran air, yang mencakup kawasan Jembatan Sei Mentawa hingga Jalan Pelita.

“Konsepnya kita mulai dari muaranya dulu supaya aliran air punya jalur pembuangan yang jelas. Kalau bagian atas dulu yang dibangun, nanti airnya mau dibuang ke mana. Jadi kita kerjakan bertahap dari bawah ke atas,” terang Mentana.

Melalui kedua proyek ini, Pemkab Kotim berharap sistem drainase di Kota Sampit menjadi lebih baik sehingga mampu memperlancar aliran air dan mengurangi keluhan genangan air saat musim hujan. (SUR/OR1)