Pemkab Kotim Lakukan Pemeliharaan Jembatan Sei Mentawa 1, Penggantian Lantai Total untuk Keamanan Pengguna

Bupati Kotim Halikinnor didampingi Kepala SDABMBKPRP Mentana saat meninjau Jembatan Patah (Foto: Ist)

Sampit, Kontenkalteng.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tengah melaksanakan pemeliharaan intensif terhadap Jembatan Sei Mentawa 1, yang lebih dikenal dengan sebutan Jembatan Patah. Pemeliharaan ini ditujukan untuk mengganti lantai jembatan yang mengalami kerusakan parah, patah, dan lapuk demi memberikan keselamatan dan kenyamanan bagi masyarakat yang melintas.

Baca juga: Lantai Diperbaiki, Jembatan Katingan Ditutup Total Selama 2 Malam

“Kami tahun ini ada proses pemeliharaan dengan pagu sekitar Rp400 juta dan kontrak senilai Rp397 juta. Saat ini pengerjaan hampir selesai dan jembatan sudah bisa dilalui,” terang Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi dan Penataan Ruang Kawasan Permukiman (SDABMBKPRP), Mentana Dhinar Tistama, Selasa, 7 Juli 2026.

Pernyataan ini ia sampaikan saat mendampingi Bupati Kotim dalam kunjungan lapangan untuk memeriksa langsung proses pemeliharaan jembatan tersebut guna memastikan bahwa pekerjaan berjalan lancar dan menjaga keamanan serta kenyamanan pengguna jalan.

Menurutnya, kegiatan saat ini bersifat pemeliharaan saja, namun pihaknya tengah menyiapkan studi kelayakan (feasibility study/FS) untuk peningkatan jembatan menjadi struktur permanen berbahan beton.

“Kami tengah mengkaji apakah jembatan akan dibangun baru atau direnovasi,” jelasnya.

Lebih jauh, Mentana menyampaikan bahwa setelah studi kelayakan rampung, pemerintah kabupaten akan memprioritaskan pembuatan Detail Engineering Design (DED) pada APBD Perubahan, apabila anggaran memungkinkan. 

“Kalau kajian menunjukkan jembatan perlu dibangun baru, maka akan dibangun baru. Kalau cukup renovasi, kita lakukan renovasi,” tegasnya. 

Dalam pelaksanaan pemeliharaan sekarang, Mentana juga mengingatkan soal pembatasan muatan kendaraan yang melintas di jembatan. 

“Kapasitas jembatan maksimal 8 ton. Kami telah memasang papan larangan dan portal selama pengerjaan. Namun, masih ada oknum yang tidak mengindahkan atau bahkan sengaja merusaknya, terutama di malam hari,” ungkapnya. 

Untuk mengantisipasi kerusakan lebih lanjut, ia mengimbau agar kendaraan berat, terutama truk bermuatan besar, memanfaatkan jalur lingkar selatan yang memang diperuntukkan bagi kendaraan besar. 

“Kami sudah koordinasi dengan Dinas Perhubungan. Namun, kami tidak bisa menjaga jalan 24 jam. Jadi, jembatan ini hanya untuk kendaraan ringan supaya umur jembatan bisa bertahan lama. Pendukung kendaraan berat, seperti kontainer, harus lewat jalan lingkar selatan. Kasihan masyarakat luas kalau jembatan ini rusak lagi,” pungkas Mentana.(SUR/OR1)