Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah Agnes Widiastuti saat memaparkan Berita Resmi Statistik ( FOTO: IST))
Kontenkalteng.com, Palangka Raya – Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah merilis perkembangan inflasi pada momen Ramadan 2026 melalui Berita Resmi Statistik (BRS) yang digelar di Ruang Vicon BPS Kalteng dan disiarkan melalui YouTube, Senin (2/3/2026).
Baca juga: Pajak Sektor Industri Pengolahan Kalteng Rp 256,92 Miliar, CPO Masih Penyumbang Terbesar
Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, memaparkan lima rilis utama, yakni Indeks Harga Konsumen (IHK) Februari 2026, Nilai Tukar Petani (NTP) Februari 2026, Perdagangan Luar Negeri Januari 2026, Pariwisata Januari 2026, serta Jasa Transportasi Januari 2026.
Pada Februari 2026, Kalimantan Tengah mengalami inflasi sebesar 0,46 persen secara bulanan (month to month). Secara tahunan (year on year), inflasi tercatat 5,06 persen, sedangkan inflasi tahun kalender (year to date) sebesar 0,85 persen. Inflasi bulanan terutama didorong kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 0,35 persen, di antaranya dipicu kenaikan harga daging ayam ras, emas perhiasan, cabai rawit, ikan nila, dan beras. Dari empat kabupaten/kota IHK, inflasi tertinggi terjadi di Sukamara sebesar 0,76 persen dan terendah di Palangka Raya sebesar 0,17 persen.
Selain inflasi, Nilai Tukar Petani (NTP) Februari 2026 meningkat 1,23 persen dibanding Januari menjadi 136,33. Kenaikan dipengaruhi naiknya indeks harga yang diterima petani, terutama pada subsektor hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, dan tanaman pangan. Komoditas karet, kelapa sawit, durian, dan gabah menjadi penyumbang utama. Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) juga naik 1,41 persen menjadi 142,37.
Di sektor perdagangan luar negeri, nilai ekspor Januari 2026 tercatat US$257,07 juta, turun 33,71 persen dibanding Desember 2025 dan turun 13,56 persen dibanding Januari 2025. Ekspor masih didominasi pertambangan, khususnya batu bara, dengan kontribusi 82,62 persen. Sementara impor tercatat US$0,32 juta dari sektor nonmigas, sehingga neraca perdagangan masih surplus sebesar US$256,75 juta.
Sementara itu, jumlah perjalanan wisatawan nusantara asal Kalimantan Tengah pada Januari 2026 mencapai 1.013.301 perjalanan, sedangkan perjalanan tujuan Kalimantan Tengah sebanyak 999.644 perjalanan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang tercatat 43,58 persen dan nonbintang 22,47 persen. Di sektor transportasi, penumpang angkutan udara tercatat 125.548 orang, sedangkan angkutan laut mencatat 29.631 penumpang dengan total barang 1,40 juta ton. (SUR/OR1)