Harga Sawit Turun, BBM Naik, Bupati Kotim Minta Warga Jujur Isi Sensus Ekonomi 2026

Bupati Kotim Halikinnor bersama Kepala BPS Kotim Eddy Surahman (Foto: Ist)

Sampit, Kontenkalteng.com – Penurunan harga kelapa sawit bersamaan dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) merupakan hal yang harus tercermin dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. 

Baca juga: Ironi Petani Kelapa Sawit, Harga TBS Anjlok Tapi Pupuknya Meroket

Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor, mengimbau masyarakat agar menyampaikan kondisi tersebut secara jujur kepada petugas sensus.

”Justru itu tujuan sensus. Kalau sekarang harga sawit turun, BBM naik, dan kondisi itu berpengaruh terhadap ekonomi masyarakat, maka sampaikan apa adanya kepada petugas,” ujarnya, Senin (1/6/2026).

Menurutnya, data yang dikumpulkan selama sensus akan menjadi bahan penting bagi pemerintah pusat dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang sesuai dengan kondisi riil masyarakat.

”Kalau dari data terlihat masyarakat terdampak akibat harga sawit turun atau kenaikan BBM, pemerintah pusat bisa memotret kondisi tersebut dan mengambil kebijakan yang sesuai,” jelasnya.

Dia juga mengakui bahwa kenaikan BBM memicu efek berantai yang berdampak luas pada sektor kehidupan masyarakat, termasuk meningkatnya biaya transportasi dan distribusi hingga menyebabkan kenaikan harga kebutuhan pokok.

”Begitu BBM naik, seluruh sektor ikut terdampak. Biaya transportasi naik, ongkos distribusi naik, akhirnya harga barang juga ikut naik. Itu yang harus disampaikan masyarakat saat sensus,” ungkap Halikinnor.

Halikinnor berharap hasil sensus ekonomi dapat menjadi dasar yang kuat bagi pemerintah untuk merancang langkah-langkah pemulihan ekonomi yang cepat dan tepat sasaran.

”Kita berharap pemerintah pusat bisa melihat kondisi riil di lapangan dan membuat kebijakan agar kondisi ekonomi masyarakat bisa segera pulih,” tandasnya.

Sensus Ekonomi 2026 dijadwalkan berlangsung pada 15 Juni hingga 30 Agustus. Pelaksanaan ini diharapkan mampu menangkap gambaran nyata kondisi ekonomi masyarakat sebagai dasar pengambilan kebijakan yang lebih efektif.

Penulis: Deviana 

Editor  : Gunawan