Fokus Utama Transformasi Digital Kotim: Bukan Bangun Jaringan, Tapi Bangun Kapasitas Masyarakat

Suaana Kegiatan Pemkab Kotim (Foto: Ist)

Sampit, Kontenkalteng.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menegaskan arah kebijakan pembangunan digital daerah telah bergeser. Jika sebelumnya pembangunan infrastruktur jaringan internet menjadi prioritas utama, kini tantangan terbesar justru terletak pada kesiapan sumber daya manusia. Pemerintah daerah menilai kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi secara aman, cerdas, dan produktif adalah kunci keberhasilan transformasi yang sesungguhnya.

Baca juga: Jambore UMKM Wilayah Barat Tahun 2023 Diikuti 5.612 Pelaku Usaha UMKM

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kotim, Cok Orda Putra Legawa mengungkapkan percepatan digitalisasi yang gencar dilakukan tidak akan memberikan dampak maksimal jika tidak dibarengi dengan peningkatan kapasitas dan pemahaman masyarakat. Teknologi harus menjadi alat yang membawa manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari maupun pembangunan daerah.

“Tantangan utama bukan lagi sekadar membangun infrastruktur, melainkan membangun kapasitas masyarakat untuk menggunakan infrastruktur tersebut secara cerdas, aman dan produktif,” kata  Cok Orda Putra Legawa, Senin , (25/5/026).

Hal ini disampaikan dia saat memaparkan kebijakan daerah dalam Forum Koordinasi Lintas Sektor Bidang Literasi Digital dan Keamanan Informasi yang berlangsung di Media Center Diskominfo Kotim. 

Ia menjelaskan bahwa kemajuan teknologi telah membawa perubahan besar di hampir seluruh sektor, mulai dari pendidikan, ekonomi, pelayanan publik, hingga pola komunikasi masyarakat. Namun, di balik kemudahan yang ditawarkan, perkembangan ini juga menyisakan risiko yang harus diwaspadai. Berbagai ancaman di ruang digital seperti penyebaran berita bohong atau hoaks, penipuan daring, kejahatan siber, penyalahgunaan data pribadi, hingga ujaran kebencian kini menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi bersama.

Menyadari kompleksitas persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kotim secara resmi menggagas pembentukan Forum Koordinasi Lintas Sektor Bidang Literasi Digital dan Keamanan Informasi. Forum ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi strategis yang mempertemukan berbagai elemen penting di daerah untuk bersinergi memperkuat pemahaman digital masyarakat.

“Literasi digital tidak bisa hanya dibebankan kepada satu instansi. Harus ada sinergi antara pemerintah, akademisi, media, dunia usaha, komunitas dan masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Cok Orda menjabarkan fungsi utama forum ini adalah memperkuat koordinasi antar-pihak agar program literasi digital yang dijalankan lebih terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan. Selain itu, forum ini juga menjadi ruang bersama untuk merumuskan kebijakan yang tepat guna serta memperkokoh ekosistem digital yang sehat di Kotim.

Dalam pemaparannya, ia turut membeberkan data Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) tahun 2025 yang dirilis Kementerian Komunikasi dan Digital RI. Secara umum, nilai IMDI Kotim berada di angka 46,52, masuk kategori “cukup”, dan menempati peringkat ketujuh dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah.

Pembahasan mendalam terhadap data tersebut menunjukkan fakta yang menarik: pada aspek infrastruktur dan ekosistem digital, Kotim mencatatkan nilai 55,49, angka ini bahkan lebih tinggi dibandingkan rata-rata provinsi. Namun, kesenjangan terlihat jelas pada aspek literasi digital dan pemberdayaan masyarakat yang nilainya masih relatif rendah dan menjadi titik lemah utama.

“Ini menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur saja tidak cukup. Kita harus memastikan masyarakat memiliki kemampuan dan kesadaran dalam memanfaatkan teknologi digital,” katanya menegaskan arti penting data tersebut.

Sebagai langkah konkret menjawab tantangan tersebut, pemerintah daerah telah merancang sejumlah program prioritas untuk periode 2026–2027. Program unggulan mencakup pendidikan digital terintegrasi di sekolah-sekolah, penguatan tata kelola desa digital, peningkatan keamanan informasi publik, pengembangan ekonomi digital bagi UMKM, hingga dukungan terhadap inovasi teknologi lokal.

Cok Orda berharap, melalui kerja sama lintas sektor yang dibangun dalam forum ini, masyarakat Kotim tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi menjadi masyarakat yang siap menghadapi perkembangan zaman sekaligus memiliki daya saing tinggi.

“Tujuan akhirnya adalah mewujudkan masyarakat yang cerdas digital, aman dan berdaya saing,” tutupnya.

Penulis: Deviana 

Editor  : Gunawan