Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor, secara resmi melaunching proyek perubahan (Foto: Ist)
Sampit, Kontenkalteng.com – Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor, secara resmi melaunching proyek perubahan yang digagas oleh tiga peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) II Pemkab Kotim, Senin, 22 Juni 2026.
Baca juga: Bupati Tinjau Proyek Strategis, Pastikan Kualitas dan Ketepatan Waktu
“Hari ini saya melaunching proyek perubahan. Saya sangat mengapresiasi sekali gagasan dari tiga peserta PKN II kita,” kata Halikinnor.
Proyek perubahan tersebut mengusung inovasi pelayanan publik yang cepat, kolaboratif, dan berkelanjutan, dengan tujuan mewujudkan Kotim yang maju dan digital. Menurut Halikinnor, inovasi ini akan memperkuat kualitas pelayanan publik melalui teknologi digital yang sinergis di tengah perkembangan zaman yang pesat.
“Tiga peserta pelatihan PKN angkatan kedua ini mempersembahkan inovasi strategis untuk kota yang lebih baik,” imbuhnya.
Tiga peserta tersebut adalah Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Cok Orda Putra Legawa, dengan inovasi “Ko Cerdik,” sebuah strategi kebijakan kolaborasi untuk mewujudkan kecerdasan digital di Kabupaten Kotim.
Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Ninuk Muji Rahayu, menghadirkan inovasi “Sikades” atau Sistem Konsultasi Desa yang meningkatkan komunikasi dan layanan efektif kepada masyarakat desa.
Kemudian, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Muslih, menginisiasi inovasi “Radar Sosial,” ruang aduan dan respon cepat atas masalah kemasyarakatan berbasis partisipasi publik, yang mempermudah masyarakat melaporkan masalah dan mempercepat tanggapan pemerintah daerah.
“Inovasi-inovasi ini merupakan wujud komitmen untuk menghadirkan pelayanan publik yang tidak hanya cepat dan responsif, tetapi juga berkolaborasi secara luas dan berkelanjutan menggunakan teknologi digital. Dengan demikian, Kotim siap melangkah menuju era pelayanan modern yang lebih efektif dan inklusif,” tegasnya.
Peluncuran proyek perubahan ini diharapkan menjadi pemicu transformasi digital sekaligus penguatan sinergi antara instansi dan masyarakat, sehingga pelayanan di Kotim meningkat kualitasnya dan memenuhi harapan publik.
“Semoga inovasi yang lahir dari pelatihan ini dapat menyentuh berbagai sektor dan memberikan manfaat besar bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat kita,” tutupnya. (SUR/OR1)