BPBD Kotawaringin Timur Minta Bantuan Helikopter Water Bombing untuk Atasi Karhutla  Sulit Dijangkau

Petugas BPBD saat memadamkan lahan terbakar, belum lama ini. (Foto: Ist)

 Sampit, Kontenkalteng.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin marak di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mulai kewalahan. Kondisi ini diperparah dengan lokasi kebakaran yang mulai sporadis dan sebagian tidak dapat dijangkau melalui jalur darat, sehingga BPBD mengajukan permohonan bantuan pemadaman melalui udara menggunakan helikopter pengebom air atau water bombing.

Baca juga: 6 Helikopter Water Bombing Dikerahkan Padamkan Karhutla Kalteng

 “Kemarin kami sudah berkomunikasi dengan Posko Bencana Karhutla Provinsi Kalteng agar dapat dibantu unit helikopter water bombing,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur, Multazam K. Anwar, Selasa, 7 Juli 2026.

 Multazam menyebutkan bahwa kebakaran lahan semakin meningkat, terutama di wilayah Sampit dan sekitarnya. Bahkan pada malam Senin, 6 Juli 2026, Tim Reaksi Cepat BPBD masih berjibaku memadamkan kebakaran lahan di Jalan Tjilik Riwut kilometer 6.

 “Saya akui intensitas karhutla makin meningkat terutama sepekan terakhir. Upaya yang kami lakukan terkendala karena sebagian lokasi kebakaran sulit dijangkau dan tidak ada sumber air untuk pemadaman,” jelasnya.

 Oleh karena itu, bantuan helikopter pengebom air menjadi opsi terakhir untuk memadamkan api di daerah yang sulit dijangkau, seperti yang saat ini terjadi di Desa Eka Bahurui, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

 “Pagi ini Tim Reaksi Cepat akan melakukan kaji cepat di daerah Eka Bahurui. Kami mohon dukungan dan doa dari masyarakat dan semua pihak semoga situasi dapat terkendali,” harap Multazam.

 Ia juga mengimbau masyarakat untuk memiliki kepedulian dalam mencegah dan menangani karhutla agar tidak semakin parah. “Masyarakat kami imbau untuk tidak membakar lahan karena sangat rawan menimbulkan kebakaran yang meluas dan sulit dikendalikan,” katanya.

 Ia mengungkapkan keprihatinannya atas dugaan kebakaran lahan yang diakibatkan oleh kesengajaan, termasuk pembakaran lahan untuk kebutuhan pembersihan, bahkan sejumlah lahan yang akan dipakai sebagai lokasi perumahan. “Api yang dibiarkan menyala sering kali meluas ke lahan warga lain. Sebelumnya ada juga kebakaran yang sampai membakar pondok milik warga,” tambahnya.

 Selain itu, penurunan intensitas hujan yang terjadi saat ini membuat lapisan gambut tebal di wilayah tersebut sangat mudah terbakar. Kebakaran gambut ini sangat sulit dipadamkan karena api membakar sampai ke dalam tanah sehingga pemadaman harus dilakukan berulang kali sampai benar-benar padam.

 Bantuan helikopter water bombing sangat diharapkan untuk mencegah kebakaran meluas, khususnya di lokasi yang tidak bisa dijangkau oleh tim pemadam darat.

 “Terkait bantuan helikopter water bombing, kami masih menunggu informasi update dari kaji cepat lapangan dan rencana operasi bencana karhutla dari Provinsi Kalimantan Tengah. Mudah-mudahan bantuan bisa segera tiba,” pungkas Multazam. (SUR/OR1)