Antisipasi Dampak Asap, Pemprov Kalteng Sediakan 11 Rumah Oksigen dan Bagikan 3.000 Masker Gratis

Infografis : Daftar Lokasi Rumah Oksigen di Provinsi Kalimantan Tengah. (Foto: MMCKalteng)

Palangka Raya, Kontenkalteng.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memprioritaskan keselamatan dan kesehatan masyarakat yang terdampak kabut asap akibat karhutla. Langkah ini diwujudkan melalui penyediaan fasilitas rumah oksigen serta pembagian masker secara gratis.

Baca juga: Dinkes Kabupaten Kotim Siapkan Ruang Khusus Oksigen Untuk Masyarakat Terdampak Karhutla

Upaya penanganan dampaknya diperkuat dengan menyiagakan 11 lokasi rumah oksigen yang tersebar di kabupaten dan kota se-Kalteng. Sebagian besar fasilitas kesehatan tersebut beroperasi penuh selama 24 jam.

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menegaskan pentingnya perhatian terhadap kondisi kesehatan warga di tengah meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Menurutnya, fasilitas kesehatan harus siap melayani masyarakat yang membutuhkan bantuan pernapasan.

"Pemerintah Provinsi Kalteng berkomitmen untuk terus hadir memberikan perlindungan dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat," ujar Agustiar.

Ia mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas rumah oksigen yang ada di RSJ Kalawa Atei, RSUD Hanau, RSUD Sultan Imanuddin, RSUD Parenggean, hingga RSUD daerah lainnya. Pemprov Kalteng juga mendorong pembatasan aktivitas luar ruangan jika tidak mendesak.

Selain rumah oksigen, Pemprov Kalteng membagikan sekitar 3.000 masker secara gratis kepada masyarakat. Langkah preventif ini dilakukan guna meminimalisir risiko gangguan kesehatan akibat paparan udara yang kurang sehat.

Dalam kesempatan tersebut, Pemprov Kalteng mengimbau warga agar tetap mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Masyarakat diharapkan senantiasa menjaga kondisi fisik dan mengikuti petunjuk dari petugas kesehatan.

Melalui kesiapan fasilitas medis ini, Pemprov Kalteng berharap perlindungan kesehatan masyarakat dapat berjalan optimal. Pemerintah mengajak seluruh elemen warga untuk saling menyebarkan informasi mengenai ketersediaan bantuan layanan kesehatan tersebut. (SUR/OR1)

Terpopuler