Kegiatan OJK Kalteng berpartisipasi pada kegiatan Anniversarun 8 Tahun Komunitas Lari Palangka Runners, Minggu (14/12/2025) Foto : OJK Kalteng
kontenkalteng.com,Palangka Raya-Dalam rangka mendorong percepatan literasi keuangan di Kota Palangka Raya kepada segmen komunitas dan masyarakat umum,
Baca juga: OJK Kalteng Laksanakan Bulan Inklusi Keuangan Tahun 2022
Otoritas Jasa Keungan (OJK) Kalteng berpartisipasi pada kegiatan Anniversarun 8 Tahun Komunitas Lari Palangka Runners dengan melaksanakan edukasi keuangan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN).
Tak hanya itu , OJK juga menghadirkan layanan keuangan SiMOLEK (Sarana Informasi Mobil Literasi Keuangan) kepada 200 peserta Fun Run dan masyarakat umum bertempat di Palangka Raya.
Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz mengatakan, menjaga kesehatan keuangan, seperti halnya menjaga kesehatan fisik, membutuhkan disiplin dan kebiasaan baik.
“Biasakan Mulai dari mencatat pengeluaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, menghindari utang yang tidak produktif, hingga meningkatkan literasi keuangan agar terhindar dari praktik keuangan ilegal dan penipuan”. Terang Primandanu.
Kegiatan dilanjutkan pemaparan materi edukasi keuangan oleh OJK yang disampaikan secara langsung oleh Asisten Manajer Bidang pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen, Keuangan Daerah, dan Layanan Manajemen Strategis (PEPK dan LMST) Kantor OJK Kalteng, Noor Bima Haru Kurniawan.
Dia menyampaikan bahwa di era modern sangat penting bagi masyarakat untuk senantiasa meningkatkan literasi keuangan digital yang memadai agar terhindar dari kejahatan scam keuangan yang marak saat ini.
Masyarakat yang memperoleh penipuan scam dapat melaporkan melalui kanal resmi Indonesia Anti Scam Centre (IASC) melalui iasc.ojk.go.id.
Selanjutnya, pada kesempatan yang sama Hestly Dwi Putri, Asisten Manajer Bidang PEPK dan LMST Kantor OJK Kalteng, menyampaikan mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang baik guna mengantisipasi kejahatan digital yang saat ini kian marak di masyarakat seperti fenomena social engineering, sniffing, card tapping, phising, dan skimming.
“Perlu adanya upaya lebih untuk meningkatkan pemahaman keuangan di kalangan masyarakat agar dapat mengelola keuangan dengan bijak dan terhindar dari jebakan keuangan ilegal. Kami senantiasa menghimbau agar masyarakat selalu ingat tips 2L yaitu legal dan logis.”terangnya.
Selain itu, masyarakat dihimbau juga untuk mengecek legalitas/izin perusahaan yang menawarkan investasi atau pinjaman serta memastikan apakah keuntungan atau bunga yang ditawarkan logis/masuk akal atau tidak,ujarnya.
Penulis : Heriyanto
Editor : Heriyanto