Kegiatan Sekolah Pasar Modal yang digelar OJK dan BEI Kalteng dengan menyasar mahasiswa Universitas Darwan Ali. (Foto: Ist)
Sampit, Kontenkalteng.com – Ratusan mahasiswa Universitas Darwan Ali, Sampit, diajak menatap pasar modal bukan sebagai tren sesaat, melainkan sebagai instrumen investasi yang legal, terukur, dan dipahami risikonya.
Baca juga: OJK Kalteng Edukasi Warga Kapuas dan Pulang PIsau Tentang Pentingnya Literasi Pasar Modal Syariah Untuk Pembangunan
Melalui kegiatan Sekolah Pasar Modal yang digelar Selasa (23/6/2026), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) Kalimantan Tengah mendorong penguatan literasi sekaligus inklusi keuangan di Kabupaten Kotawaringin Timur.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Road to Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026.
Agenda ini tidak hanya menekankan edukasi investasi, tetapi juga mendorong peningkatan inklusi keuangan melalui target pembentukan 1.000 Single Investor Identification (SID) baru di Kalimantan Tengah.
Dorongan itu muncul seiring tren pertumbuhan investor pasar modal di daerah.
Jumlah investor saham dan surat berharga lainnya di Kalimantan Tengah tercatat naik dari 74.792 investor pada Januari menjadi 80.666 investor pada April 2026, sementara Kotawaringin Timur menyumbang 14.146 investor atau sekitar 17,5 persen dari total investor di provinsi tersebut, menjadikannya daerah dengan jumlah investor terbesar kedua setelah Palangka Raya.
Namun, pertumbuhan jumlah investor belum sepenuhnya berbanding lurus dengan stabilitas transaksi.
Nilai transaksi saham di Kalimantan Tengah masih bergerak fluktuatif, dari Rp2,05 triliun pada Januari menjadi Rp1,31 triliun pada April 2026, sehingga penguatan literasi dan inklusi pasar modal dinilai perlu terus dilakukan secara berkelanjutan.
Sepanjang 2026, OJK bersama para pemangku kepentingan telah melaksanakan 17 kegiatan edukasi pasar modal yang menjangkau 5.455 peserta di 14 kabupaten dan kota se-Kalimantan Tengah.
Program SEPMT disebut diarahkan untuk memperkuat pemahaman masyarakat, menambah investor ritel domestik, serta memperluas akses pendanaan melalui pasar modal bagi pelaku usaha dan masyarakat.
Rektor Universitas Darwan Ali, Wendy Kesuma, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut.
”Pembekalan literasi keuangan dan investasi legal penting bagi mahasiswa agar mampu mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak dan terencana,” katanya.
Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, menekankan bahwa generasi muda memegang peran penting dalam perluasan literasi dan inklusi keuangan.
Dia mengingatkan, investasi yang sehat harus dibangun di atas pemahaman, perencanaan, dan kesadaran terhadap profil risiko, bukan semata dorongan ikut-ikutan atau FOMO yang kerap berujung kerugian.
”Literasi pasar modal menjadi fondasi investasi yang berkualitas. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat dapat mengambil keputusan investasi secara rasional, terukur, dan sesuai profil risiko, sehingga terhindar dari perilaku FOMO (Fear of Missing Out) yang sering kali berujung pada kerugian,” terang Primandanu.
Bupati Kotawaringin Timur melalui Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Rafiq Riswandi, juga menyatakan dukungan terhadap penguatan literasi keuangan di kalangan mahasiswa.
Sinergi antara OJK, BEI, dan perguruan tinggi dinilai penting untuk membangun budaya investasi yang sehat sekaligus mencetak generasi muda yang berdaya saing.jurukabar
Sesi edukasi kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dari sejumlah narasumber.
Manajer OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Ika Budhi Pratiwi, menyampaikan materi tentang pengenalan OJK, pengelolaan keuangan, serta kewaspadaan terhadap investasi ilegal dan penipuan keuangan; Deputi Kepala BEI Kalimantan Tengah, Randy Perdana, membawakan materi tentang pasar modal dan instrumen investasi; sedangkan perwakilan perusahaan sekuritas di Kalimantan Tengah memperkenalkan aplikasi online trading dan dasar-dasar analisis saham bagi calon investor.
Antusiasme peserta terlihat pada sesi diskusi interaktif. Mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan seputar strategi investasi bagi pemula, pengelolaan risiko, hingga cara mengenali investasi ilegal, sejalan dengan pesan OJK agar generasi muda tidak terjebak investasi tanpa pemahaman yang memadai.
Pada kesempatan yang sama, OJK Provinsi Kalimantan Tengah juga menghadiri pembukaan Galeri Investasi di SMK Negeri 1 Sampit. Fasilitas tersebut merupakan Galeri Investasi ketiga yang dibentuk BEI Kalimantan Tengah di Kotawaringin Timur, sekaligus menjadi pintu awal pembahasan pengembangan galeri dan peluang kolaborasi program literasi serta inklusi keuangan antara OJK, BEI, dan SMK Negeri 1 Sampit.
Langkah tersebut diharapkan memperluas akses edukasi pasar modal bagi pelajar sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang cakap keuangan dan melek investasi.
Pesan yang ingin ditegaskan cukup jelas, yakni pasar modal bukan ruang spekulasi membabi buta, melainkan arena yang menuntut pengetahuan, kehati-hatian, dan keputusan yang rasional.
Penulis : Yanti
Editor : Gunawan