Kepala OJK Kalimantan Tengah Primandanu Febrian Azis ( foto - Ist)
kontenkalteng.com , Palangka Raya - Aksi Penipuan digital semakin marak , untuk itu masyarakat diminta untuk cerdas secara digital dan jangan mudah tergiur tawaran yang terlalu indah dari kenyataan .
Baca juga: Rusita Irma Ingat Masyarakat Agar Tidak Tertipu Investasi Online Bodong
“Penipuan digital semakin marak dan pelaku ternyata pintar memainkan psikologi korban,”ujar Kepala OJK Kalimantan Tengah Primandanu Febrian Azis, Selasa (20/1/2026).
Ada 5 modus utama yang bisa dipakai scammer tujuan jelas yaitu menjebak orang yang lengah dan akhirnya rugi ,kata Kepala OJK Kalteng Primandanu.
Modus pertama kata dia, menyamar menjadi orang penting pelaku berpura-pura menjadi polisi petugas pajak atau pegawai instansi resmi dengan identitas palsu mereka bikin korban percaya baru melacak melancarkan aksinya.
“Modus kedua yaitu bikin panik lewat kabar yang mengejutkan korban ditelepon lalu diberi kabar darurat misalnya korban kecelakaan atau sakit parah, saat panik itu, korban lebih mudah mengikuti instruksi termasuk mengirimkan uang ,” jelasnya.
Modus ketiga lanjut dia adalah menyasar orang kesepian kesepian sering jadi setelah korban yang butuh teman gampang terjebak rayuan pelaku, bahkan ada kasus lintas negara Minggu lalu pelaku berhasil menjaring korban dari berbagai negara, tuturnya.
Modus keempat yakni memancing dengan iming-iming yaitu untung cepat investasi murah pinjaman bunga rendah atau janji keuntungan instan keserakahan bikin korban lengah bahkan ujungnya jebakan menggoda lewat hiburan murah meriah menjadi modus berikutnya diskon belanja online paket liburan murah atau layanan hiburan yang tampak menarik semua dikemas seolah-olah menguntungkan, pungkasnya. (Yanti /OR1)