Ketika Tim Gabungan Temukan Puluhan Tabung LPG Subsidi Kurang Isi di Sampit

Ilustrasi

Kontenkalteng.com, Sampit-Aktivitas pengisian elpiji 3 kilogram di SPBE PT NJM, Jalan Niaga, Kelurahan Pelangsian, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mendadak terhenti. 

Baca juga: Jelang Idul Adha, Pertamina Tambah 339 Ribu LPG 3 Kg Elpiji di Kalimantan

Garis polisi terpasang di area nozel pengisian setelah tim gabungan dari Polda Kalimantan Tengah dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kotim menemukan dugaan ketidaksesuaian takaran gas subsidi.

Inspeksi dilakukan Rabu (11/2/2026) sejak pukul 15.00 WIB hingga sekitar 20.30 WIB. Empat mobil tim gabungan dikerahkan ke lokasi. Pemeriksaan dipimpin tim Indaksi Polda Kalteng dengan melibatkan dua petugas Disperdagin Kotim untuk melakukan uji timbang langsung terhadap tabung.

Dari hasil pengecekan, sekitar 80 tabung elpiji 3 kilogram diduga tidak memenuhi standar berat. Isi tabung yang seharusnya mencapai 3 kilogram, dalam sejumlah sampel hanya berada di kisaran 2,7 hingga 2,8 kilogram. Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan penghentian sementara aktivitas pengisian dan pemasangan police line di lokasi.

Pemeriksaan juga mengungkap adanya perbedaan pola dalam proses pengisian. Petugas mendapati sebagian tabung diisi terlebih dahulu baru ditimbang, sementara sebagian lainnya ditimbang lebih dulu sebelum pengisian.

Perbedaan prosedur ini menjadi salah satu poin yang kini didalami aparat.

Langkah penindakan ini bermula dari keluhan warga yang merasa gas cepat habis meski baru dibeli. 

Dugaan kerugian konsumen pun mencuat, sehingga dilakukan pengecekan langsung untuk memastikan kebenaran laporan tersebut.

Aparat kepolisian menyatakan akan melakukan penyelidikan lanjutan guna mengetahui penyebab pasti berkurangnya takaran dan kemungkinan adanya pelanggaran prosedur.

Sementara itu, pemerintah mengimbau masyarakat agar aktif melapor apabila menemukan tabung elpiji 3 kilogram yang beratnya tidak sesuai, sebagai bentuk perlindungan hak konsumen.

Kepala DiskopUKMMindag, Johny Tangkere menyebut permasalahan itu kini tengah ditangani oleh Polda Kalteng. Pihaknya kala itu hanya diminta sebagai pendampingan. 

“Kami hanya diminta mendampingi, jadi saya tugaskan dua orang dari Metereologi yang menangani hal tersebut,” bebernya, Jumat (13/2/2026).


Penulis: Deviana

Editor : Baskoro