Jalan Jadi Penentu Sukses MTQ Kotim, Mentaya Hulu Kebut Perbaikan Akses hingga 20 Rit Per Hari

Kondisi jalan sebelum diperbaiki pemerintah, warga, dan perusahaan setempat.

Sampit, Kontenkalteng.com – Persiapan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-57 tingkat Kabupaten Kotawaringin Timur tidak hanya berkutat pada panggung dan kafilah.

Baca juga: Pemkab Kotim Benahi Fasilitas Umum di MHS, Hikmah Tuan Rumah Pelaksanaan MTQ ke-55 dan FSQ

Kecamatan Mentaya Hulu justru menjadikan akses jalan sebagai pekerjaan utama yang dikebut menjelang pelaksanaan.

Camat Mentaya Hulu, Edison, menegaskan seluruh kebutuhan terus dimatangkan demi kelancaran ajang tahunan umat muslim tersebut. 

Fokus tidak hanya pada teknis acara, tetapi juga memastikan mobilitas peserta dan pengunjung berjalan tanpa hambatan.

”Kami terus menyiapkan segala kebutuhan demi kelancaran acara akbar tahunan bagi umat muslim di Kabupaten Kotawaringin Timur,” kata Edison, Selasa (23/6/2026).

Persiapan mencakup penataan lokasi kegiatan serta akomodasi kafilah. Upaya tersebut berjalan beriringan dengan perbaikan akses jalan yang kini menjadi prioritas utama.

”Kami sudah siapkan tempat pelaksanaan dan tempat kafilah. Selain itu, kami tengah fokus memperbaiki akses jalan di wilayah kami agar para peserta dan pengunjung bisa nyaman saat menuju lokasi MTQ,” ujarnya.

Ruas jalan dari KM 28 menuju arena MTQ di start 2 Kulaya Kuayan hingga Tanjung Jariangau menjadi titik krusial yang dibenahi. 

Strategi perbaikan dilakukan secara bertahap dengan penimbunan agregat agar jalan tetap layak dilalui.

Kolaborasi lintas pihak menjadi kunci percepatan pekerjaan. Pemerintah kecamatan menyelaraskan peran Dinas PUPRPKP, masyarakat, serta perusahaan sekitar dalam satu gerakan gotong royong.

”Kami tidak muluk-muluk, kami menyelaraskan tugas antara Dinas PUPRPKP, masyarakat, dan perusahaan yang ada di sekitar. Lewat gotong royong, kami mulai memperbaiki jalan bersama-sama,” jelas Edison.

Langkah lain juga ditempuh melalui pembentukan Asosiasi Pengguna Jalan Raya Kecamatan Mentaya Hulu. 

Wadah ini dibentuk untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah dan masyarakat dalam pengelolaan serta perawatan akses jalan.

”Saya sudah bentuk asosiasi pengguna jalan raya ini supaya kami bisa koordinasi lebih efektif. Tapi kalau Dinas PUPR mau ambil peran sepenuhnya juga tidak masalah,” tuturnya.

Hasilnya mulai terlihat. Ruas jalan di area start 2 yang sebelumnya rusak parah kini sudah dapat dilalui dengan lebih lancar, memperlancar arus menuju arena MTQ.

Kemampuan kerja lapangan juga menunjukkan progres signifikan. Dalam satu hari, tim mampu mengangkut hingga 20 rit tanah uruk untuk memperbaiki jalan.

”Dalam satu hari, kami bisa mengangkut hingga 20 rit tanah uruk untuk memperbaiki jalan. Kami paham jika bergantung sepenuhnya pada pemerintah itu sulit, makanya kami ajak masyarakat langsung terlibat,” tambahnya.

Optimisme pun menguat menjelang pelaksanaan MTQ. Kondisi jalan diyakini tidak akan menjadi penghambat, meskipun sebagian ruas belum beraspal.

”Jadi, saat MTQ nanti, kami pastikan jalan dapat dilalui dengan lancar meski belum diaspal. Semuanya demi suksesnya acara besar ini,” tutup Edison.

Kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta tersebut menjadi penentu keberhasilan. 

Semangat gotong royong yang terbangun di Mentaya Hulu kini menjadi fondasi utama menyongsong sukses MTQ ke-57 Kotim.

Penulis: Deviana 

Editor : Gunawan